Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, SAR Perluas Pencarian
2026-09-09 06:04 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca

Speedboat yang mengangkut rombongan jurnalis peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau kehilangan kontak sejak Senin sore, dan operasi pencarian belum membuahkan hasil hingga malam hari.
Sebuah speedboat yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9). Kapal bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB, dan komunikasi terakhir tercatat pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T — hanya sejam setelah keberangkatan.
Pemilik kapal, Sandi Wiasa, menegaskan bahwa armadanya dalam kondisi layak berlayar saat diberangkatkan. Menurutnya, kapal dilengkapi dokumen perizinan resmi, jaket pelampung, serta perangkat GPS portabel. Kondisi perairan saat keberangkatan juga disebut normal, dan jumlah penumpang sebanyak delapan orang sesuai kapasitas kapal.
Sandi mengaku pertama kali mendapat informasi hilangnya kontak bukan dari nakhoda, melainkan dari Kapolsek Carita sekitar pukul 13.00 WIB. Soal GPS portabel yang terpasang di kapal, ia mengaku tidak tahu apakah perangkat itu bisa digunakan untuk melacak posisi kapal secara aktif. Sebelum kontak terputus, pemandu rombongan sempat mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya — foto itu dikirim sekitar empat jam setelah kapal berangkat, dari posisi yang diklaim lebih dari tiga kilometer dari kawah. Adapun salah satu korban juga sempat berbagi lokasi kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB.
Mengetahui kapal hilang kontak, Sandi langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan menghubungi sejumlah kerabat di kawasan Pulau Sebesi, Lampung, untuk membantu pencarian bersama nelayan setempat. Perjalanan dari Carita menuju kawasan Krakatau normalnya memakan waktu sekitar dua jam.
Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten yang dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi, bekerja sama dengan Polairud Polda Banten. Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyatakan tim pencarian telah menjangkau area hingga Pulau Krakatau dan Pulau Panjang sampai pukul 18.15 WIB, namun hasilnya nihil. SAR Banten juga menyiapkan dua drone termal untuk mendukung operasi. Pencarian dijadwalkan dilanjutkan Rabu (9/9) pagi dengan memperluas area jangkauan berdasarkan pelajaran dari rute yang dipelajari hari pertama.
Data sementara Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang berstatus dalam pencarian. Di antara mereka adalah pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, Donal selaku pewarta lepas, serta dua orang lain yang masih dalam proses pendataan.
Tag: Gunung Anak Krakatau, jurnalis hilang, SAR Banten, Selat Sunda, pencarian dan penyelamatan