hot.news

Gaya Hidup

Mitos Sekolah Favorit Mulai Pudar, Kualitas Tak Lagi Ditentukan Status Negeri atau Swasta

2026-07-12 · aindari

Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta terus meningkat seiring pergeseran ukuran kualitas pendidikan yang kini melampaui status penyelenggara.

Setiap musim penerimaan murid baru, pemandangan deretan orang tua yang berebut kursi di sekolah negeri selalu berulang. Persaingan berlangsung ketat, sementara daya tampung sekolah negeri memiliki batas yang tidak mungkin diperluas dalam waktu singkat. Anggapan bahwa sekolah negeri merupakan satu-satunya pilihan terbaik pun masih melekat di sebagian masyarakat, sedangkan sekolah swasta kerap dianggap sekadar alternatif.

Namun, cara pandang tersebut semakin sulit dipertahankan. Perkembangan pendidikan menunjukkan bahwa kualitas sekolah kini ditentukan oleh mutu pembelajaran, kepemimpinan sekolah, kompetensi guru, budaya belajar, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman, bukan oleh status penyelenggaranya.

Fenomena ini terlihat jelas di Kota Surabaya, Jawa Timur. Setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 selesai, Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa sekolah swasta merupakan bagian penting dalam menjamin hak setiap anak memperoleh pendidikan berkualitas. Sebagian sekolah swasta bahkan telah menutup pendaftaran jauh sebelum SPMB dimulai karena seluruh kuota telah terpenuhi.

Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta terus meningkat seiring hadirnya berbagai program unggulan, penguatan karakter, inovasi pembelajaran, hingga kolaborasi dengan dunia industri maupun perguruan tinggi. Orang tua kini tidak hanya mempertimbangkan status sekolah, tetapi juga lingkungan belajar, keamanan, pembentukan karakter, prestasi peserta didik, kemampuan berbahasa asing, literasi digital, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi.

Perubahan preferensi ini sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Sekolah dituntut membangun ekosistem yang mendorong kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, serta penguatan karakter sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21. Ketika kolaborasi menjadi fondasi utama, dikotomi antara sekolah negeri dan swasta perlahan mulai ditinggalkan.

Tag: sekolah favorit, pendidikan swasta, SPMB Surabaya, kualitas pendidikan, gaya hidup

Sumber: tautan asli