JAFF21 Bawa Ratusan Karya Asia dan Sorotan Baru Perfilman Indonesia
2026-11-07 06:03 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca
Festival Film Asia Jogja edisi ke-21 menampilkan 254 film dari 34 negara melalui kompetisi, pemutaran khusus, serta program edukasi.
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026 menyiapkan 254 film dari 34 negara dalam penyelenggaraan edisi ke-21. Festival bertema “Influx” ini menghadirkan karya-karya Asia melalui program kompetisi dan non-kompetisi, sekaligus membuka ruang pertemuan bagi pelaku serta penonton film.
Direktur Festival JAFF Ifa Isfansyah menyebut perjalanan selama 21 tahun membuat festival ini semakin matang. JAFF diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pemutaran film, tetapi ikut memberi pengaruh dan membangun budaya sinema di Indonesia.
Tema “Influx” menggambarkan masuknya gagasan dan arus pembaruan yang beragam. Melalui tema tersebut, JAFF ingin menangkap perkembangan situasi saat ini dan mendorong lahirnya kondisi yang lebih baik. Penonton akan menemukan film debut, karya yang meraih penghargaan internasional, serta film ikonik yang kembali diputar di layar lebar.
Program festival juga mencakup workshop dan masterclass. Rangkaian ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, diskusi, dan pertemuan antara penonton dengan komunitas perfilman. Secara keseluruhan, pilihan film JAFF21 memperlihatkan ragam cerita serta pendekatan artistik yang berkembang dalam sinema Asia selama setahun terakhir.
Sebanyak 10 film panjang bersaing di Main Competition untuk memperebutkan Golden Hanoman Award dan Silver Hanoman Award. Daftar tersebut mencakup “A Girl Unknown” dari China, arahan Zou Jing, yang meraih FIPRESCI Prize dalam Critics’ Week Cannes Film Festival 2026. Film Singapura “Ah Girl” karya Priscilla Ang Geck Geck juga masuk kompetisi setelah memperoleh Youth Jury Award di International Film Festival Rotterdam 2026.
Perfilman Indonesia mendapat ruang melalui Indonesian Screen Awards. Sepuluh film akan memperebutkan penghargaan dalam kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Naskah Terbaik, Pemeran Terbaik, Sinematografi Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Editor Terbaik, Penata Suara Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Desainer Poster Terbaik. Film yang berkompetisi antara lain “Kampia Siriah” karya Ferdinand Almi, “Desember Jani” karya Ariani Darmawan, serta “Harga Teman” karya Andrew Kose. JAFF21 turut menayangkan “Ibuku” garapan Eddie Cahyono, penerima Busan Award Special Jury Prize di Busan International Film Festival ke-31, dan “Secrets” karya Ravi Bharwani dalam pemutaran perdananya di dunia.
Tag: JAFF 2026, film Asia, Influx, perfilman Indonesia, Indonesian Screen Awards