hot.news

Internasional

AS Lancarkan Serangan Gelombang Ketiga ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

2026-07-12 · aindari

Militer Amerika Serikat melancarkan serangan gelombang ketiga terhadap Iran setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menyerang kapal kargo di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut.

Militer Amerika Serikat pada Sabtu (11/7) menyatakan telah melancarkan serangan gelombang ketiga terhadap Iran dalam sepekan terakhir. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan dimulai pada pukul 19.15 waktu setempat atas perintah Presiden Donald Trump. Serangan ini merupakan respons terhadap aksi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyerang kapal kargo M/V GFS Galaxy saat melintasi Selat Hormuz.

Akibat serangan IRGC terhadap kapal tersebut, satu awak sipil dilaporkan hilang. Kapal juga tidak dapat melanjutkan pelayaran karena mengalami kebakaran dan kerusakan parah pada ruang mesin. Seorang pejabat AS yang dikutip Axios menyatakan IRGC menembakkan rudal ke arah kapal saat melintasi selat. Insiden itu terjadi sehari setelah pemerintahan Trump meminta Iran memberikan jaminan publik mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz sebagai syarat utama menghentikan siklus konflik.

IRGC menyatakan telah memperingatkan sejumlah kapal agar tidak menggunakan jalur yang disebutnya tidak sah di Selat Hormuz dan mengaku melepaskan tembakan peringatan. IRGC kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga intervensi Amerika di kawasan tersebut berakhir.

Sebelum insiden terjadi, perundingan telah berlangsung di Muscat, Oman, yang melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, dan sejumlah pejabat Qatar. Oman mengusulkan pembukaan kembali kedua jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk akses penuh ke jalur selatan melalui perairan Oman. Namun, delegasi Iran disebut belum dapat menyetujui usulan tersebut dan kembali ke Teheran untuk pembahasan lebih lanjut.

CENTCOM menyatakan Iran kembali diberi kesempatan untuk menunjukkan kepatuhan terhadap nota kesepahaman yang telah disepakati, tetapi gagal memenuhinya. "Sebagai tanggapan, Amerika Serikat mengenakan konsekuensi yang berat dengan terus melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal niaga yang melintasi selat secara bebas," kata CENTCOM.

Tag: AS-Iran, Selat Hormuz, CENTCOM, IRGC, konflik Timur Tengah

Sumber: tautan asli