Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Sebut Kapal Melintas Tanpa Izin
2026-07-12 · aindari
Iran menutup kembali Selat Hormuz setelah sejumlah kapal dilaporkan melintas tanpa izin, memperkeruh ketegangan dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Iran kembali menutup akses pelayaran di Selat Hormuz dengan alasan adanya kapal-kapal yang melintas tanpa mengantongi izin dari otoritas Iran. Langkah ini menambah daftar panjang eskalasi ketegangan di jalur laut strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.
Penutupan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Menjelang negosiasi yang difasilitasi Oman, Amerika Serikat menagih janji Iran untuk membebaskan Selat Hormuz dan menjamin jalur pelayaran internasional tetap terbuka. Washington secara tegas mendesak Teheran mengakui bahwa selat tersebut harus tetap dapat diakses oleh pelayaran internasional.
Meski ketegangan antara AS dan Iran terus memanas, sejumlah kapal tanker dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz. Situasi ini menunjukkan bahwa arus perdagangan minyak global belum sepenuhnya terhenti, meskipun risiko keamanan di kawasan tersebut meningkat signifikan.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mempertegas sikap agresifnya dengan mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan militer musuh di kawasan Timur Tengah. Ancaman ini semakin mempertajam ketegangan geopolitik dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran paling vital di dunia, dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak global. Setiap gangguan di selat ini berpotensi besar memengaruhi harga minyak dunia dan rantai pasok energi internasional.
Tag: Selat Hormuz, Iran, Amerika Serikat, IRGC, Timur Tengah
Sumber: tautan asli