BPBD Buol Cek Kerusakan Usai Gempa 5,1, Warga Diminta Tidak Panik
2026-07-13 06:02 WIB · aindari

BPBD Buol mengerahkan tim reaksi cepat untuk mendata dampak gempa magnitudo 5,1 yang tidak berpotensi tsunami.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, meminta warga tetap tenang setelah gempa magnitudo 5,1 mengguncang wilayah tersebut. Kepala BPBD Buol Moh Khacfy Mardjuni menyampaikan imbauan itu melalui keterangan tertulis yang diterima di Palu, Minggu (12/7), dengan menekankan kewaspadaan tanpa kepanikan.
Hingga pukul 22.40 Wita, BPBD Buol masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan situasi setelah gempa tetap terkendali. Tim reaksi cepat juga diturunkan untuk melakukan kaji cepat bersama pemerintah kecamatan dan desa.
BPBD meminta para kepala desa membantu pendataan apabila ditemukan kerusakan di wilayah masing-masing. Data sementara pemerintah setempat mencatat kerusakan pada Kantor Mall Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Buol, Kantor Inspektorat, serta rumah warga di Kelurahan Kali.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto melaporkan gempa terjadi pukul 21.05 WIB dengan kedalaman 21 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 37 kilometer timur laut Buol, pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur. BMKG menyatakan gempa dangkal itu tidak berpotensi tsunami dan dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme naik geser.
Berdasarkan peta guncangan BMKG, gempa dirasakan pada skala IV MMI di Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli, dan Kota Buol. Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar rumah, serta berpotensi membuat gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, dan dinding berbunyi.
Tag: Buol, gempa, BPBD, BMKG, Sulawesi Tengah