Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma untuk Perkuat Akses Terapi

2026-07-13 09:37 WIB · aindari

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Takeda untuk membangun ekosistem obat derivat plasma dengan investasi awal hingga 30 juta dolar AS.

Kementerian Kesehatan menggandeng perusahaan biofarmasi global Takeda dalam pengembangan ekosistem produk obat derivat plasma di Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional serta memperluas akses masyarakat terhadap terapi berbasis plasma.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah membangun industri strategis di bidang kesehatan. Ia menilai kemitraan dengan Takeda dapat membantu memperkuat sistem kesehatan Indonesia sekaligus menyiapkan negara menghadapi tantangan kesehatan ke depan.

Takeda telah ditetapkan sebagai industri farmasi yang dapat menjalankan fraksionasi plasma. Dengan status itu, perusahaan dapat mulai melakukan pengumpulan plasma dan menjalankan proses fraksionasi secara bertahap sebagai bagian dari pembentukan industri plasma nasional.

Program ini juga melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Inisiatif tersebut disebut sebagai yang pertama di Asia Tenggara yang berfokus pada sistem pengumpulan plasma berkualitas tinggi secara berkelanjutan dan produksi obat derivat plasma dalam skala besar.

Pada fase awal, Takeda menyiapkan investasi hingga 30 juta dolar AS atau sekitar Rp539 miliar selama dua tahun untuk membangun sejumlah bank plasma di Indonesia. Hasil pengembangan awal akan dievaluasi bersama Kementerian Kesehatan untuk menilai kelayakan model operasional sebelum diperluas menjadi jaringan bank plasma nasional.

Tag: Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Takeda, Plasma, Obat Derivat Plasma