Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Emas Bergejolak Menjelang Pidato Penting Ketua The Fed di Jackson Hole

2026-08-28 17:03 WIB · aindari · 👁 777 dibaca

Harga emas dunia bergerak volatil seiring pasar menanti sinyal kebijakan moneter dari simposium Jackson Hole.

Harga emas global tengah berada dalam fase pergerakan yang tidak menentu menjelang pidato penting dari pimpinan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, dalam forum simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole. Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS membuat pelaku pasar bersikap hati-hati, mendorong fluktuasi tajam pada harga logam mulia tersebut.

Dalam perkembangan terkini, harga emas sempat merosot ke bawah level US$4.600 per troy ons seiring perhatian pasar beralih ke agenda simposium Jackson Hole. Forum bergengsi yang dihadiri para gubernur bank sentral dan ekonom terkemuka dunia ini kerap menjadi penentu arah kebijakan suku bunga global, sehingga setiap pernyataan yang muncul dari sana berpotensi menggerakkan pasar secara signifikan.

Dari sisi analisis teknikal, emas disebut tengah berada di persimpangan antara tekanan dari sikap The Fed dan momentum struktural yang masih cenderung bullish. Dua kekuatan berlawanan ini menciptakan ketegangan di pasar, di mana investor belum sepenuhnya yakin ke arah mana harga akan bergerak dalam jangka pendek.

Sementara itu, faktor lain yang turut memengaruhi sentimen pasar adalah potensi intervensi likuiditas oleh pemerintah AS. Langkah tersebut dinilai dapat mendorong emas menuju rekor harga baru, meski dampak pastinya masih bergantung pada kebijakan yang benar-benar diambil. Pasar emas memang sensitif terhadap perubahan kondisi likuiditas dolar AS, karena keduanya memiliki hubungan yang erat secara historis.

Di pasar domestik, penguatan harga emas dunia turut berdampak pada harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam). Harga emas Antam berpotensi menembus angka Rp3 juta per gram, sebuah level psikologis yang belum pernah tercapai sebelumnya. Jika terwujud, pencapaian ini akan menjadi tonggak baru bagi pasar emas lokal dan kemungkinan mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi di instrumen tersebut.

Secara keseluruhan, arah harga emas dalam waktu dekat sangat bergantung pada isi pidato dan nada pernyataan yang disampaikan di Jackson Hole. Apabila The Fed memberi sinyal pelonggaran kebijakan atau penurunan suku bunga, emas berpeluang kembali menguat. Sebaliknya, sikap yang lebih hawkish dapat menekan harga lebih dalam. Pasar untuk sementara memilih menunggu kepastian sebelum mengambil posisi besar.

Tag: emas, The Fed, Jackson Hole, emas Antam, pasar komoditas