Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

IHSG Naik Terbatas, Rating S&P dan Isu Hormuz Jadi Perhatian Pasar

2026-07-14 17:04 WIB · aindari · 👁 1,6rb dibaca🔥 Ramai

IHSG menutup perdagangan Selasa dengan kenaikan tipis di tengah dukungan sentimen domestik dan tekanan risiko global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa sore. Indeks naik 1,68 poin atau 0,03 persen ke level 6.039,52. Di sisi lain, indeks LQ45 yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar terkoreksi 3,48 poin atau 0,58 persen menjadi 598,89.

Dari dalam negeri, pasar mendapat dorongan setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan prospek stabil. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai keputusan tersebut menjadi salah satu penopang pergerakan IHSG.

Menurut Nico, prospek stabil dari S&P mencerminkan pandangan bahwa pemerintah masih berkomitmen menjaga defisit fiskal tetap di bawah 3 persen demi mempertahankan kesinambungan fiskal. Penilaian itu juga menunjukkan kepercayaan pelaku internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan Indonesia yang dinilai tetap kuat.

Nico menambahkan, afirmasi rating tersebut memberi sinyal positif mengenai kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter Indonesia. Kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal dipandang memperlihatkan daya tahan perekonomian nasional saat ketidakpastian global masih tinggi.

Dari luar negeri, perhatian investor tertuju pada meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Bursa Asia dan global sempat berada di bawah tekanan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz. AS juga disebut menerapkan lagi blokade pelabuhan Iran, sementara Trump mengumumkan pungutan 20 persen untuk kargo yang melewati Selat Hormuz dan menyatakan negaranya akan menjadi penjaga jalur tersebut. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dan menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Sepanjang hari, IHSG sempat dibuka melemah sebelum berbalik ke zona positif hingga akhir sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks tetap bertahan di area hijau sampai penutupan. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat. Sektor energi memimpin dengan kenaikan 1,66 persen, disusul kesehatan sebesar 1,22 persen dan barang konsumen nonprimer 1,20 persen. Satu sektor melemah, yakni keuangan yang turun 1,21 persen.

Saham dengan penguatan terbesar meliputi AGAR, PRDL, SKBM, VERN, dan ENRG. Sementara saham yang mencatat pelemahan terdalam ialah JELI, KONI, KIOS, HBAT, dan COCO. Total transaksi mencapai 2.710.000 kali dengan volume 28,05 miliar saham senilai Rp16,53 triliun. Sebanyak 439 saham naik, 217 saham turun, dan 309 saham tidak berubah. Di kawasan Asia, Nikkei naik 0,75 persen ke 67.750,00, Shanghai menguat 1,36 persen ke 3.967,13, Hang Seng bertambah 0,52 persen ke 24.340,73, dan Strait Times naik 0,43 persen ke 5.493,67.

Tag: IHSG, BEI, S&P Global Ratings, pasar saham, ekonomi