Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun, Hilirisasi Jadi Penopang Besar
2026-07-15 17:02 WIB · aindari · 👁 989 dibaca

BKPM mencatat realisasi investasi 2025 melampaui target dan menyerap 2,71 juta tenaga kerja.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Angka itu berada di atas sasaran Rp1.905,6 triliun dan meningkat 12,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut juga berkaitan dengan penyerapan 2,71 juta tenaga kerja Indonesia, naik 10,4 persen secara tahunan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan data itu dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu. Ia menekankan bahwa kinerja investasi tersebut dicapai dengan pengelolaan keuangan serta aset negara yang tetap dijalankan secara akuntabel dan transparan.
Dari sisi sumber modal, investasi domestik masih menjadi porsi terbesar. Penanaman Modal Dalam Negeri tercatat Rp1.030,3 triliun atau 53,4 persen dari total realisasi. Sementara itu, Penanaman Modal Asing mencapai Rp900,9 triliun atau 46,6 persen.
Sebaran investasi menunjukkan wilayah luar Jawa menerima porsi lebih besar dibanding Jawa. Realisasi di luar Jawa mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3 persen, sedangkan Pulau Jawa mencatat Rp940 triliun. Lima provinsi dengan nilai investasi terbesar adalah Jawa Barat Rp296,8 triliun, Jakarta Rp270,9 triliun, Jawa Timur Rp145,1 triliun, Banten Rp130,2 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp127,2 triliun.
Berdasarkan subsektor, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan menjadi penyumbang terbesar dengan Rp262 triliun. Posisi berikutnya ditempati transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp211 triliun, pertambangan Rp199,6 triliun, jasa lainnya Rp170,5 triliun, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp140,4 triliun.
Rosan juga menyoroti peran hilirisasi dalam kinerja investasi nasional. Realisasi investasi hilirisasi pada 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen, dan memberi kontribusi 30,2 persen terhadap total investasi. Dari jumlah tersebut, 71,1 persen berada di luar Jawa. Menurut Rosan, hal ini menunjukkan upaya peningkatan nilai tambah di dalam negeri sekaligus pemerataan ekonomi.
Rincian hilirisasi mencakup mineral Rp373,1 triliun, terdiri atas nikel Rp185,2 triliun, tembaga Rp65,8 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas lain Rp18,5 triliun. Hilirisasi perkebunan dan kehutanan mencapai Rp144,5 triliun, minyak dan gas bumi Rp60 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp6,4 triliun. Lima lokasi utama investasi hilirisasi adalah Sulawesi Tengah Rp110 triliun, Maluku Utara Rp74,8 triliun, Jawa Barat Rp71,4 triliun, Banten Rp41,3 triliun, dan Jawa Timur Rp36,7 triliun.
Tag: investasi, BKPM, hilirisasi, ekonomi, PMDN