Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

ICBS 2026 di Yogyakarta Dorong Kopi Indonesia Bersaing di Pasar Dunia

2026-09-05 17:04 WIB · aindari · 👁 579 dibaca

Forum bisnis kopi internasional yang digelar di Bantul ini menyatukan pelaku industri dari hulu ke hilir demi memperkuat daya saing ekspor kopi Indonesia.

Indonesia Coffee Business Summit (ICBS) 2026 resmi digelar di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian Jogja Coffee Week. Forum ini dirancang untuk mempertemukan seluruh elemen industri kopi nasional dan internasional dalam satu ekosistem bisnis yang terpadu.

Event Director ICBS 2026, Eureka Bastian, menyebut forum ini menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai tingkatan — mulai dari pemerintah daerah DIY, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), hingga ASEAN Coffee Federation. Kehadiran organisasi lintas batas ini mencerminkan ambisi ICBS untuk menempatkan kopi Indonesia dalam percakapan bisnis global.

Menurut Eureka, ICBS 2026 tidak hanya mempertemukan pengusaha dan roaster, tetapi juga melibatkan petani, investor, akademisi, pemilik kedai kopi, pelaku industri kreatif, hingga distributor. Pendekatan ini bertujuan memperkuat rantai nilai kopi secara menyeluruh — dari proses pascapanen, pengolahan, dan roasting, hingga pengembangan merek dan ekspansi bisnis ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa cita rasa kopi Indonesia saja tidak cukup; nilai ekonominya harus tumbuh di setiap mata rantai pasok agar mampu melahirkan merek yang kompetitif di tingkat global.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah KADIN Indonesia, Erwin Aksa, menyatakan dukungannya terhadap forum ini sebagai bagian dari upaya hilirisasi komoditas kopi. Ia secara khusus menyoroti pentingnya mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) agar mampu naik kelas melalui proses pengolahan yang lebih bernilai tambah, bukan sekadar mengekspor biji kopi mentah.

Erwin juga mengidentifikasi pasar Eropa dan Amerika sebagai sasaran ekspansi utama industri kopi Indonesia. Selain membuka jalur perdagangan, ia mendorong pencarian mitra luar negeri yang dapat membawa teknologi pengolahan kopi untuk diterapkan di dalam negeri. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas produk ekspor, bukan hanya volumenya.

Indonesia saat ini menempati posisi keempat sebagai negara pengekspor kopi terbesar di dunia — sebuah posisi strategis yang menurut Erwin seharusnya dimanfaatkan lebih optimal. Ia berharap geliat acara-acara kopi di Indonesia, termasuk yang berpusat di Yogyakarta, dapat mendorong peningkatan ekspor produk kopi olahan, sehingga nilai yang diterima petani dan pelaku industri dalam negeri turut meningkat.

Tag: kopi Indonesia, ekspor kopi, ICBS 2026, hilirisasi, Yogyakarta