Hijau Coffee Buka Gerai Tetap di Jantung Silicon Valley, Bawa Cita Rasa Aceh dan Bali ke San José
2026-09-07 06:08 WIB · aindari · 👁 874 dibaca
Kedai kopi milik diaspora Indonesia resmi beroperasi secara permanen di San José, California, memperkuat kehadiran specialty coffee Nusantara di pasar Amerika Serikat.
Hijau Coffee, usaha kopi yang dirintis oleh pasangan diaspora Indonesia Lisa Maria dan Ryan Prawiradjaja, kini memiliki gerai permanen pertamanya di San José, California. Pembukaan resmi berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2026, menandai babak baru bagi bisnis yang sebelumnya hanya beroperasi secara pop-up di kawasan Bay Area.
Peresmian gerai di koridor San Carlos itu dihadiri sejumlah tokoh penting: Konsul Jenderal RI di San Francisco Yohpy Ichsan Wardana, Wali Kota San José Matt Mahan, serta anggota Dewan Kota San José Michael Mulcahy. Kehadiran pejabat dari dua negara dalam satu acara pembukaan usaha kecil mencerminkan bobot simbolis yang melekat pada momen ini.
Bagi KJRI San Francisco, langkah Hijau Coffee bukan sekadar kisah sukses bisnis. Konsul Jenderal Yohpy menyebut perkembangan kedai ini sebagai wujud nyata diplomasi ekonomi — upaya mendorong pelaku UMKM dan diaspora Indonesia di Bay Area untuk memperluas jaringan dan menembus pasar yang lebih luas. Ia menegaskan KJRI siap berperan sebagai jembatan agar produk dan identitas Indonesia semakin dikenal masyarakat Amerika.
Hijau Coffee mengandalkan biji kopi pilihan dari dua daerah penghasil kopi terkemuka di Indonesia: Takengon di Aceh dan Kintamani di Bali. Dari bahan baku itu, kedai ini menghadirkan menu-menu yang memadukan tradisi kuliner Nusantara dengan selera pasar Amerika, antara lain pandan latte, nastar latte, dan klepon latte. Perpaduan ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah persaingan pasar specialty coffee yang kian ketat di California.
Wali Kota Matt Mahan menyambut kehadiran Hijau Coffee sebagai bagian dari keberagaman kota, sekaligus ruang berkumpul bagi komunitas diaspora Indonesia-Amerika. Sementara Michael Mulcahy memandang gerai baru ini sebagai aset yang memperkaya dinamika ekonomi lokal — sebuah tambahan berarti di antara sekitar 16.000 usaha kecil yang beroperasi di San José. Acara peresmian turut diwarnai pertunjukan Tari Bali dan Gamelan Pusaka Sunda.
Kehadiran Hijau Coffee melengkapi peta kedai kopi diaspora Indonesia yang sudah lebih dulu beroperasi di Bay Area, yakni Kopi Kita di San Francisco dan Kopi Bar di Berkeley. Dengan bertambahnya pemain, penetrasi specialty coffee Indonesia di pasar Amerika Serikat kian menguat — memberi sinyal bahwa segmen ini mulai membentuk ekosistem tersendiri, bukan lagi sekadar fenomena sporadis.
Tag: Hijau Coffee, diaspora Indonesia, kopi Indonesia, Silicon Valley, diplomasi ekonomi