Newsom Alihkan Hukuman Mati 548 Terpidana California Menjelang Akhir Jabatan
2026-11-06 12:30 WIB · aindari · 👁 1rb dibaca
Gubernur California Gavin Newsom mengubah hukuman mati terhadap 548 terpidana menjadi penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.
Gubernur California Gavin Newsom mengeluarkan keputusan eksekutif untuk mengubah hukuman mati 548 terpidana menjadi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Kebijakan itu diumumkan pada Kamis (5/11), ketika masa kepemimpinannya di California mendekati akhir.
Dalam surat terbuka kepada warga, Newsom menyatakan eksekusi yang dilakukan negara bertentangan dengan nilai-nilai California. Menurut dia, praktik tersebut juga merusak dasar sistem hukum dan berdampak buruk terhadap masyarakat. Para terpidana tetap akan menjalani hukuman sampai meninggal, tetapi negara tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengeksekusi mereka.
Death Penalty Information Center menyebut langkah tersebut sebagai pemberian grasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Jumlah penerimanya disebut mencapai dua kali lipat dari total pengampunan yang diberikan di seluruh AS selama 50 tahun terakhir.
Newsom mengatakan pemberian grasi hanya kepada sebagian terpidana akan membentuk dua kelompok korban yang berbeda. Namun, keputusan itu masih menghadapi batasan hukum. Konstitusi California mensyaratkan persetujuan sedikitnya empat hakim Mahkamah Agung negara bagian untuk pengampunan terhadap narapidana yang terlibat dalam kejahatan berlapis. Karena itu, sebagian keputusan tersebut harus lebih dulu melalui pengujian pengadilan.
Kebijakan ini tidak menghapus hukuman mati dari sistem hukum California. Jaksa tetap dapat menuntut hukuman mati terhadap terdakwa dalam perkara baru. Pada 2019, Newsom lebih dulu menetapkan moratorium eksekusi dan membongkar ruang eksekusi di Pusat Rehabilitasi San Quentin.
Keputusan terbaru itu mendapat dukungan dari koalisi keluarga korban, jaksa, mantan petugas penjara, pemimpin agama, pembela hak asasi manusia, serta kalangan pengusaha yang sebelumnya mendorong langkah lanjutan. Sebaliknya, Asosiasi Jaksa Wilayah California menolaknya. Organisasi tersebut menilai grasi berskala besar itu bertentangan dengan hasil referendum dan dapat menghambat upaya keluarga korban memperoleh penyelesaian.
Newsom dijadwalkan mengakhiri masa jabatan pada 4 Januari 2027. Dalam pemilu sela AS pada Selasa (3/11), politikus Partai Demokrat Xavier Becerra terpilih sebagai penggantinya. Ia disebut akan menjadi gubernur California berdarah Latin pertama sejak 1875. Pengampunan dalam jumlah besar menjelang berakhirnya masa jabatan presiden atau gubernur merupakan praktik yang lazim di Amerika Serikat.
Tag: California, Gavin Newsom, hukuman mati, Xavier Becerra, Amerika Serikat