Kemenag Siapkan Peta Kebutuhan Dosen untuk Program 1.000 Doktor Ma’had Aly
2026-11-06 17:09 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca
Program yang direncanakan pada 2027–2031 akan berangkat dari pemetaan kebutuhan tenaga pengajar dan potensi alumni di 95 Ma’had Aly.
Kementerian Agama menyiapkan gagasan program pengembangan 1.000 doktor Ma’had Aly untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi pesantren. Rencana ini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dosen sekaligus peningkatan kapasitas akademik lembaga pendidikan keagamaan Islam tersebut. Pelaksanaan program diwacanakan berlangsung selama lima tahun, yakni pada 2027 hingga 2031.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, tahap awal program akan dimulai melalui pendataan terhadap 95 Ma’had Aly yang tersebar di Indonesia. Pemetaan itu diperlukan agar perencanaan pengembangan sumber daya manusia memiliki sasaran jelas dan dapat disusun berdasarkan kebutuhan setiap lembaga.
Data yang dihimpun tidak hanya mencakup jumlah dosen. Kemenag juga akan melihat bidang keilmuan yang membutuhkan tenaga pengajar, jumlah mahasantri, tingkat kualifikasi akademik dosen, serta alumni yang memiliki potensi untuk dipersiapkan menempuh karier sebagai pengajar. Hasil pemetaan tersebut diharapkan memberi gambaran kebutuhan Ma’had Aly dalam jangka menengah.
Rencana itu juga membuka peluang penjajakan pembiayaan pendidikan lanjutan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP. Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk studi magister dan doktor. Penentuan peserta diharapkan mengikuti kebutuhan akademik masing-masing Ma’had Aly, bukan memakai pembagian yang seragam untuk seluruh lembaga.
Basnang mencontohkan, kebutuhan dosen pada bidang sejarah peradaban Islam, hadis, fikih, dan tafsir dapat berbeda antara satu Ma’had Aly dan lembaga lain. Perbedaan itu dipengaruhi karakter program studi serta kebutuhan pengembangan akademik tiap institusi. Karena itu, kesempatan studi lanjutan perlu disusun berdasarkan kebutuhan nyata pada masing-masing bidang.
Selain memetakan kebutuhan dosen, Kemenag berencana mengidentifikasi lulusan Ma’had Aly yang dinilai potensial, terutama dari beberapa angkatan terakhir. Mereka dapat dipersiapkan mengikuti pendidikan lanjutan. Proses tersebut perlu disertai kesepakatan dengan lembaga asal agar peningkatan kualifikasi lulusan ikut memberi manfaat langsung bagi penguatan Ma’had Aly.
Pemetaan terhadap 95 Ma’had Aly menjadi dasar awal untuk menyusun program 1.000 doktor. Kemenag menilai perencanaan lima tahun yang terukur penting agar pengembangan dosen berjalan sesuai kebutuhan lembaga, bidang keilmuan, dan potensi alumni yang tersedia.
Tag: Kementerian Agama, Ma’had Aly, pendidikan pesantren, doktor, LPDP