Kallas Tegaskan UE Harus Terlibat dalam Perundingan Damai Ukraina
2026-11-07 06:09 WIB · aindari · 👁 991 dibaca
Uni Eropa menyatakan tidak akan menjalankan kesepakatan perang Ukraina jika blok tersebut tidak dilibatkan, terutama terkait sanksi, aset Rusia, dan jaminan keamanan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menegaskan bahwa Uni Eropa harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (6/11) dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha di Istanbul.
Menurut Kallas, blok tersebut tidak akan menerapkan hasil perundingan yang dibuat tanpa keterlibatan Uni Eropa. Ia menyebut keputusan mengenai sanksi terhadap Rusia dan aset Rusia yang dibekukan berada di tangan negara-negara anggota UE. Peran Eropa juga mencakup jaminan keamanan, proses rekonstruksi, serta kemungkinan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa.
Kallas mengatakan dorongan diplomatik baru untuk menghentikan perang sedang berlangsung. Para menteri membahas langkah yang dapat diambil Eropa untuk mendukung proses tersebut. UE, kata dia, tetap mendukung upaya menuju perdamaian yang adil dan tahan lama, meski kondisi di medan perang masih memburuk.
Ia menyebut sedikitnya 45 warga sipil tewas akibat serangan udara Rusia di Ukraina selama pekan ini. Ukraina juga diperkirakan kembali menghadapi musim dingin berat karena infrastruktur energinya terus menjadi sasaran serangan Moskow. Kallas menilai Rusia berusaha melemahkan Ukraina dengan membuat negara itu kehilangan akses energi dan pemanas, namun UE menyatakan tidak akan membiarkan strategi tersebut berhasil.
Untuk memperkuat ketahanan Ukraina, Uni Eropa menyalurkan tambahan dana 4,36 miliar euro pada pekan ini melalui pinjaman dukungan. Nilai tersebut setara dengan 5,03 miliar dolar AS atau sekitar Rp91,27 triliun. Bantuan itu diberikan ketika Kiev menghadapi tekanan militer dan kebutuhan besar untuk menjaga layanan penting tetap berjalan.
Kallas menolak anggapan bahwa Eropa berada pada posisi mediator. Ia mengatakan UE berpihak tegas kepada Ukraina karena memiliki kepentingan keamanan sendiri. Uni Eropa juga menolak pengakuan hukum atas klaim Rusia terhadap wilayah Ukraina yang diduduki, serta menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan perang, kompensasi kerusakan, dan pemulangan anak-anak Ukraina yang dideportasi.
Ia menambahkan bahwa kedaulatan, kemerdekaan, dan hak Ukraina memilih aliansi harus dihormati. Menurut Kallas, tuntutan konsesi seharusnya diarahkan kepada pihak yang memulai agresi, bukan kepada negara yang menjadi korban. Posisi itu memperkuat desakan agar Eropa dilibatkan dalam pembahasan mengenai masa depan Ukraina dan pelaksanaan setiap hasil perundingan.
Tag: Uni Eropa, Ukraina, Rusia, Kaja Kallas, perundingan damai