Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Gaya Hidup

Enam Langkah Alami Menekan Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

2026-11-07 17:08 WIB · aindari · 👁 815 dibaca

Ventilasi, saluran air, permukaan kering, serta kebersihan perlengkapan dapat membantu mengurangi bau kamar mandi tanpa bergantung pada pengharum kimia.

Bau tidak sedap di kamar mandi sering muncul akibat kelembapan, saluran air yang kotor, sisa sabun, rambut, dan kotoran yang menumpuk. Aroma tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menandakan masalah kebersihan, pertumbuhan jamur, atau gangguan pada saluran pembuangan. Pengharum ruangan hanya menutupi bau, bukan selalu mengatasi sumbernya. Karena itu, pembersihan dan pengurangan kelembapan perlu dilakukan rutin.

Langkah pertama ialah memperlancar sirkulasi udara. Buka pintu atau jendela setelah kamar mandi digunakan agar udara lembap keluar dan udara segar masuk. Kipas ventilasi juga dapat membantu membuang udara ke luar, terutama setelah mandi dengan air hangat. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyebut peningkatan ventilasi dapat membantu mengurangi polutan di dalam ruangan.

Saluran pembuangan perlu diperiksa secara berkala. Rambut, sabun, kotoran, dan sisa produk perawatan tubuh dapat tertahan di balik penutup lalu menimbulkan aroma. Angkat kotoran yang terlihat, gunakan sikat pada bagian yang terjangkau, kemudian bilas dengan air. Membersihkan sumber kotoran secara langsung lebih efektif daripada sekadar memakai pengharum. Jangan mencampur berbagai produk pembersih saluran karena kombinasi tertentu dapat menghasilkan gas berbahaya.

Baking soda atau natrium bikarbonat dapat dipakai untuk membantu mengurangi bau pada tempat sampah atau wadah tertentu. Bersihkan dan keringkan wadah, lalu taburkan sedikit baking soda di bagian dasarnya. Ganti bahan tersebut secara berkala, khususnya setelah terkena air atau kotoran. Namun, baking soda bukan pengganti pembersihan jika bau berasal dari saluran, kebocoran, atau jamur.

Kamar mandi juga perlu dijaga tetap kering. Gunakan alat pembersih karet atau pel setelah mandi, termasuk pada sudut lantai, sela keramik, dinding dekat pancuran, dan area sekitar toilet. Lantai basah dapat mempertahankan kelembapan dan mendukung pertumbuhan jamur yang memicu aroma apek. CDC menyatakan jamur dapat tumbuh pada area dengan kelembapan berlebih. Kebocoran atau rembesan air perlu segera diperbaiki.

Handuk dan keset harus dicuci memakai deterjen sesuai petunjuk. Keduanya mudah menyerap air dan dapat berbau apek bila terlalu lama lembap. Gantung handuk di tempat dengan sirkulasi baik, lalu jemur keset hingga kering. Jangan menumpuk handuk basah atau menyimpan keset lembap di sudut kamar mandi.

Tempat sampah dan toilet juga perlu dibersihkan rutin. Buang tisu, kapas, pembalut, serta sampah lain sebelum menumpuk. Cuci tempat sampah dengan sabun dan air, keringkan, lalu gunakan penutup bila tersedia. Bersihkan dudukan, mangkuk, area sekitar, dan bagian bawah toilet. Jika bau tetap ada setelah pembersihan, sumbernya mungkin berada di saluran pembuangan, termasuk perangkap air atau P-trap yang mengering.

Tag: kamar mandi, kebersihan rumah, bau tak sedap, ventilasi, baking soda