Dana Zakat Gerakkan 52 Petani Sumut, 150 Ton Padi Berhasil Dipanen di Batu Bara
2026-07-23 17:04 WIB · aindari · 👁 1,2rb dibaca
Program Lumbung Pangan Baznas mengubah dana zakat menjadi penggerak ketahanan pangan lokal di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Sebanyak 52 petani penerima manfaat zakat di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, berhasil memanen 150 ton padi dalam panen raya yang difasilitasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hasil itu diperoleh dari lahan seluas 32 hektare yang dikelola oleh tiga kelompok tani binaan Baznas secara berkelanjutan.
Panen ini merupakan bagian dari Program Lumbung Pangan, inisiatif Baznas yang memanfaatkan dana zakat untuk mendorong kemandirian ekonomi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyatakan program tersebut dirancang agar potensi zakat tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan mampu mengangkat petani dari lingkaran kemiskinan secara struktural.
Dalam skala yang lebih luas di Kabupaten Batu Bara, program ini telah menjangkau 258 petani yang menggarap lahan seluas 180,3 hektare. Berbagai varietas adaptif ditanam di lahan tersebut, antara lain Sebatu, Serang, MR, Sedayu, dan Proton. Potensi produksinya mencapai 1.082 ton gabah kering panen per musim dengan nilai ekonomi diperkirakan sekitar Rp7,3 miliar.
Secara nasional, Program Lumbung Pangan telah berjalan sejak 2018 dan kini mencakup 21 lokasi di 11 provinsi. Total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp10 miliar kepada 1.629 mustahik. Ke depan, program ini masuk dalam daftar 13 program prioritas Baznas untuk periode 2026–2031, dengan fokus pada pendampingan teknis, penyediaan teknologi pertanian, dan perluasan akses pasar bagi petani binaan.
Sodik menekankan keberhasilan program di Batu Bara tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten, kalangan akademisi, ulama, hingga komunitas petani itu sendiri. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci keberlanjutan program di lapangan.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menyatakan komitmennya memperkuat sektor pertanian lokal dengan menyiapkan sekitar 86 hektare lahan untuk pertanian padi modern. Langkah ini disebut selaras dengan agenda ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Bupati menegaskan ketahanan pangan yang kokoh akan menjadi fondasi stabilitas daerah dalam jangka panjang.
Tag: Baznas, Lumbung Pangan, ketahanan pangan, petani mustahik, Batu Bara