BRIN Kembangkan Riset Sel Surya Dukung Target PLTS 30 GW Pemerintah
2026-08-16 17:09 WIB · aindari · 👁 1,2rb dibaca
Badan Riset dan Inovasi Nasional memperkuat ekosistem penelitian teknologi surya untuk mendukung rencana pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 30 gigawatt pada 2026.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah memperkuat ekosistem riset teknologi energi surya sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan teknologi yang sesuai dengan kondisi Indonesia dalam mencapai target ambisius di sektor energi terbarukan.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan bahwa lembaganya tidak hanya berfokus pada pemanfaatan panel surya silikon konvensional, tetapi juga mengembangkan terobosan teknologi lain. Salah satu inovasi yang sedang diteliti adalah sel surya tersensitisasi pewarna atau Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Selain itu, BRIN juga mengerjakan riset PLTS terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, khususnya untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel dalam program dedieselisasi. Teknologi PLTS untuk keperluan irigasi dan pertanian juga menjadi bagian dari agenda riset.
Salah satu konsep yang dikembangkan BRIN adalah teknologi Virtual Power Plant (VPP) atau Pembangkit Listrik Virtual. Teknologi ini dirancang sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil secara signifikan. Menurut Arif Satria, inovasi VPP berpotensi mengubah model bisnis kelistrikan di Indonesia, di mana pengguna akhir tidak lagi hanya menerima pasokan listrik dari penyedia, tetapi dapat terlibat dalam transaksi jual-beli listrik antarkomunitas dengan operator yang berperan sebagai fasilitator.
Rencana pemerintah untuk membangun PLTS berkapasitas 30 gigawatt (GW) dan menghentikan operasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 13 GW pada tahun 2026 menjadi latar belakang penguatan riset ini. Presiden Prabowo menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi surya karena mendapat sinar matahari hampir sepanjang tahun. Kondisi geografis ini dianggap cocok untuk menyediakan listrik, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
Pemanfaatan PLTS juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional dengan mengurangi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS secara bertahap hingga mencapai kapasitas 100 GW. Dalam visinya, setiap desa idealnya dapat memiliki PLTS berkapasitas 1 megawatt, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat secara mandiri.
Tag: BRIN, PLTS, energi surya, energi terbarukan, Virtual Power Plant