Mengapa Beberapa Gunung Api Indonesia Bisa Meletus Hampir Bersamaan? Ini Penjelasan Ahli UGM
2026-09-09 17:03 WIB · aindari · 👁 554 dibaca

Seorang dosen UGM mengungkap alasan ilmiah di balik fenomena erupsi sejumlah gunung api di Indonesia yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Fenomena beberapa gunung api yang meletus dalam rentang waktu berdekatan tengah menarik perhatian publik. Sepanjang 2026, setidaknya sejumlah gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi, mulai dari Semeru, Ili Lewotolok, Gunung Ibu, hingga Anak Krakatau. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: apakah ada kaitan antara satu erupsi dengan erupsi lainnya?
Seorang dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan penjelasan ilmiah atas fenomena tersebut. Menurut pakar ini, erupsi yang terjadi hampir bersamaan pada beberapa gunung api bukan berarti satu gunung memicu gunung lainnya secara langsung. Indonesia memang berada di kawasan dengan aktivitas vulkanik dan tektonik yang sangat tinggi, sehingga beberapa gunung bisa memasuki fase aktif dalam periode yang berdekatan tanpa harus saling berhubungan secara kausal.
Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia. Posisi geografisnya yang berada di pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar menjadikan aktivitas magmatik di bawah permukaan tanah berlangsung secara terus-menerus. Kondisi inilah yang membuat peluang terjadinya erupsi di berbagai titik dalam waktu bersamaan menjadi lebih besar dibanding negara lain.
Salah satu gunung yang mencatat aktivitas tinggi adalah Semeru, yang dilaporkan mengalami erupsi hingga 29 kali hanya dalam kurun enam jam. Otoritas terkait merespons dengan melarang warga beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak gunung tersebut demi keselamatan. Sementara itu, gunung-gunung lain seperti Ili Lewotolok, Gunung Ibu, dan Anak Krakatau juga menunjukkan peningkatan aktivitas pada periode yang sama.
Data yang dihimpun dari berbagai sumber menunjukkan bahwa sepanjang 2026 sudah ada sekitar 8 hingga 11 gunung api di Indonesia yang tercatat mengalami erupsi. Angka ini mencerminkan betapa dinamisnya kondisi vulkanik di kepulauan Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya sistem pemantauan gunung api yang andal dan berkelanjutan.
Para ahli mengingatkan bahwa meski erupsi-erupsi ini tampak bersamaan, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Yang terpenting adalah mengikuti arahan resmi dari otoritas kebencanaan, mematuhi zona eksklusi yang ditetapkan, dan terus memantau informasi terkini dari lembaga pemantau gunung api. Kewaspadaan berbasis informasi ilmiah jauh lebih efektif daripada kepanikan yang tidak terukur.
Tag: gunung api, erupsi, vulkanologi, UGM, bencana alam