Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Fenomena Erupsi Serentak Gunung Api Indonesia: Kebetulan atau Ada Kaitannya?

2026-09-09 02:31 WIB · aindari · 👁 912 dibaca

Sejumlah gunung api di Indonesia meletus dalam rentang waktu berdekatan, memicu pertanyaan soal apakah ada hubungan antar-erupsi tersebut.

Setidaknya empat hingga enam gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi dalam waktu hampir bersamaan dalam satu periode 24 jam, mendorong Badan Geologi dan sejumlah ahli vulkanologi angkat bicara menjelaskan fenomena yang menarik perhatian publik ini.

Badan Geologi menegaskan bahwa erupsi yang terjadi secara bersamaan di beberapa gunung api tidak serta-merta berarti ada hubungan langsung satu sama lain. Setiap gunung api memiliki sistem magma dan dapur vulkanik yang berdiri sendiri, sehingga aktivitasnya ditentukan oleh dinamika internal masing-masing, bukan karena satu gunung memicu gunung lainnya.

Namun demikian, para ahli mengakui ada pertanyaan ilmiah yang relevan: apakah aktivitas satu gunung berapi dapat memengaruhi gunung lain yang berdekatan? Fenomena yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai efek 'latah' ini memang menjadi kajian dalam ilmu vulkanologi. Perubahan tekanan atau gelombang seismik dari satu erupsi secara teoritis bisa memengaruhi sistem vulkanik di sekitarnya, meski pembuktiannya tidak sederhana.

Salah satu gunung yang menjadi sorotan adalah Semeru di Jawa Timur, yang terus menunjukkan aktivitas erupsi dan telah berada di Level III atau Siaga sejak sekitar satu tahun lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyatakan kondisi ini terus dipantau dan masyarakat di kawasan rawan diminta mematuhi rekomendasi yang berlaku.

Sepanjang tahun 2026, tercatat sudah 11 gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi. Angka ini mencerminkan tingginya aktivitas vulkanik di kepulauan yang memang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, salah satu zona tektonik paling aktif di dunia. Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia.

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi situasi ini, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi. Pemantauan aktivitas vulkanik dilakukan secara terus-menerus melalui jaringan pos pengamatan gunung api yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga perubahan status dapat direspons dengan cepat.

Para ahli mengingatkan bahwa meski erupsi bersamaan terlihat mengkhawatirkan, hal tersebut bukan fenomena yang sepenuhnya luar biasa di negara dengan kepadatan gunung api setinggi Indonesia. Yang terpenting adalah memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal dan masyarakat di sekitar gunung api aktif memahami jalur evakuasi serta prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Tag: gunung api, erupsi, Badan Geologi, vulkanologi, Semeru