Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Unram Siapkan Sistem Kelistrikan Bawah Tanah dan Sprinkler Otomatis untuk Rekonstruksi Kampung Sade

2026-09-05 17:09 WIB · aindari · 👁 649 dibaca

Universitas Mataram merancang sejumlah sistem mitigasi kebakaran dalam masterplan rekonstruksi Kampung Adat Sade yang ditargetkan selesai akhir September.

Universitas Mataram (Unram) tengah menyusun rencana induk rekonstruksi Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, yang tidak sekadar membangun ulang bangunan yang hangus terbakar, tetapi juga memperkuat keamanan kawasan secara menyeluruh. Rencana induk itu diberi nama Sade Integrated Recovery & Reconstruction Masterplan dan ditargetkan rampung pada akhir September sebagai acuan teknis pelaksanaan rekonstruksi.

Salah satu fokus utama dalam masterplan tersebut adalah mitigasi kebakaran. Tim teknik mesin dan elektro Unram merancang sistem kelistrikan bawah tanah untuk menggantikan instalasi listrik yang sebelumnya dipasang sembarangan di berbagai titik kawasan. Ketua Tim Cepat Tanggap Sade Unram, Rini Srikus Saptaningtyas, menyebut pembenahan instalasi listrik menjadi prioritas karena kondisi kelistrikan lama dinilai berisiko tinggi.

Selain pembenahan listrik, tim juga mengkaji pemasangan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap bale, sistem sprinkler otomatis yang aktif saat mendeteksi asap atau kenaikan suhu tertentu, serta hidran sebagai alternatif perlindungan tambahan yang masih dalam tahap pembahasan. Jalur evakuasi baru di sisi lain kawasan Sade juga dirancang agar warga tidak harus kembali melewati pintu masuk utama saat terjadi kedaruratan.

Proses penyusunan masterplan melibatkan beberapa pihak. Pemerintah Provinsi NTB melalui Asisten II Sekda NTB mengkoordinasikan rekonstruksi bersama kepala desa dan kepala dusun sebagai perwakilan masyarakat. Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan supervisi, sementara Unram menangani kajian dan perancangan teknis. Seluruh rancangan didasarkan pada hasil survei lapangan yang mencakup aspek teknis, sosial, ekonomi, dan budaya.

Di luar mitigasi kebakaran, tim turut melakukan pemetaan kontur kawasan sebagai dasar perancangan sistem drainase. Cakupan masterplan pun tidak terbatas pada bangunan yang terdampak kebakaran, melainkan mencakup penataan kawasan Sade secara keseluruhan.

Meski mengadopsi berbagai elemen keselamatan modern, rekonstruksi tetap berkomitmen mempertahankan identitas arsitektur tradisional Sade. Bentuk-bentuk bangunan khas seperti bale tani, bale bonter, bale kodong, sekenem, dan berugak akan tetap mengacu pada bentuk aslinya. Rini menegaskan bahwa penyesuaian hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keamanan dan kenyamanan, tanpa mengubah karakter dasar bangunan adat.

Pendekatan ini mencerminkan prinsip rekonstruksi yang berupaya mengembalikan Kampung Sade ke kondisi semula secara arsitektur, sekaligus membekali kawasan dengan perlindungan yang lebih baik terhadap risiko kebakaran di masa mendatang.

Tag: Kampung Sade, rekonstruksi, mitigasi kebakaran, Universitas Mataram, Lombok Tengah