Eleora Josephine, Mahasiswi UI, Raih Platinum Award di Kompetisi Piano Klasik Internasional Tokyo
2026-09-08 06:08 WIB · aindari · 👁 516 dibaca

Mahasiswi Program Studi Jepang FIB UI angkatan 2024 berhasil merebut penghargaan tertinggi di ajang Symphony Classical International Music Youth Competition 2026 yang digelar di Tokyo.
Eleora Josephine Widjojo, mahasiswi angkatan 2024 dari Program Studi Jepang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), membawa pulang Platinum Award dari Symphony Classical International Music Youth Competition 2026. Kompetisi bergengsi itu berlangsung di Katsushika Symphony Hills, Tokyo, Jepang, dan mempertemukan musisi muda dari berbagai penjuru dunia.
Eleora tampil di kategori Advanced dengan membawakan Passacaglia, karya komposer Jerman era Baroque George Frideric Handel. Dewan juri internasional menilai penampilannya unggul dari sisi presisi, artikulasi, dan penghayatan terhadap karakter musikal karya tersebut. Penampilan itu berlangsung di Mozart Hall, ruang pertunjukan utama di venue tersebut yang memang dirancang khusus untuk pertunjukan musik klasik.
Kategori Advanced yang diikuti Eleora didominasi peserta dari Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Thailand — negara-negara dengan tradisi musik klasik yang kuat. Eleora mengakui sempat dilanda gugup karena ini merupakan debutnya tampil di panggung luar negeri. Namun ia menyebut tekanan persaingan justru mendorongnya untuk tampil lebih maksimal, dan baginya penampilan di atas panggung bukan semata soal menang atau kalah, melainkan kesempatan berbagi cerita lewat musik.
Keikutsertaan Eleora di Tokyo bukan tanpa proses panjang. Ia terlebih dahulu melewati seleksi nasional setelah meraih Diamond Award pada Indonesia National Piano Festival 2026 yang diselenggarakan FIMO International. Prestasi di tingkat nasional itulah yang membuka jalan baginya menuju kompetisi internasional di Tokyo.
Symphony Classical International Music Youth Competition sendiri merupakan ajang tahunan yang sebelumnya pernah digelar di sejumlah kota besar Asia, antara lain Shanghai, Beijing, dan Seoul. Tahun ini Tokyo menjadi tuan rumah penyelenggaraan.
Eleora menyebut dukungan lingkungan kampus, khususnya FIB UI, turut berkontribusi pada pencapaiannya. Ia menilai pembelajaran etika dan budaya Jepang di Program Studi Jepang UI membantu membentuk pendekatannya terhadap musik klasik di panggung internasional. Ia pun menegaskan bahwa prestasi ini bukan miliknya sendiri, melainkan juga kebanggaan seluruh civitas akademika Program Studi Jepang UI.
Pencapaian Eleora menjadi bukti bahwa mahasiswa UI mampu berprestasi melampaui bidang akademik, sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan bakat seni dapat berjalan beriringan dengan studi formal di perguruan tinggi.
Tag: Universitas Indonesia, piano klasik, kompetisi internasional, FIB UI, Tokyo