Abu Anak Krakatau Menjangkau Banyak Wilayah Kota Tangerang
2026-09-06 12:01 WIB · aindari · 👁 963 dibaca

BPBD Kota Tangerang memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah dilaporkan mencapai Karang Tengah dan berdampak pada banyak wilayah.
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah menjangkau banyak bagian Kota Tangerang, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyebut laporan terbaru menunjukkan abu sudah sampai ke wilayah Karang Tengah, kawasan yang berbatasan dengan Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan kondisi itu menjadi indikasi bahwa dampak sebaran abu telah meluas di kota tersebut. BPBD, menurut dia, terus memantau perkembangan sejak erupsi terjadi pada Jumat malam, 4 September, hingga Minggu. Pemantauan dilakukan bersama pihak terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Informasi yang diterima BPBD Kota Tangerang bersumber dari PVMBG, VAAC Darwin, serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 5 September 2026 pukul 21.00 WIB. Dari data tersebut, teridentifikasi dua kelompok sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan arah dan ketinggian berbeda.
Sebaran pertama teramati dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki. Arah pergerakannya menuju tenggara hingga selatan, mencakup sebagian wilayah Banten dan Jawa Barat serta perairan di sekitarnya. Sebaran kedua terdeteksi dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki, bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, bagian selatan Selat Sunda, serta Samudera Hindia di sebelah barat Lampung dan Banten.
BPBD menyampaikan BMKG telah mengeluarkan imbauan bagi warga yang berada di wilayah terdampak sebaran abu. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, melindungi mata, menggunakan masker, dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Imbauan tersebut dikeluarkan untuk menekan risiko paparan abu vulkanik di tengah kondisi erupsi yang masih berlangsung.
Sebelumnya, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Anak Krakatau Deni Mardiono menyatakan hujan abu tipis akibat erupsi mulai melanda daratan pesisir Banten. Material vulkanik itu terbawa angin yang bergerak ke arah timur atau menuju kawasan pesisir Banten.
Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati area dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah. Pemantauan terhadap aktivitas gunung dan sebaran abu tetap dilakukan oleh instansi terkait.
Tag: Tangerang, Gunung Anak Krakatau, abu vulkanik, BPBD, Banten