Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Proyek Ubah Sampah Jadi Listrik di Serang Raya Ditarget Beroperasi 2028

2026-09-08 06:09 WIB · aindari · 👁 982 dibaca

Fasilitas PSEL Serang Raya dirancang mengolah 1.161 ton sampah per hari dari tiga wilayah aglomerasi dan diklaim paling siap di antara 11 lokasi prioritas nasional.

Pemerintah Provinsi Banten menetapkan akhir 2026 sebagai target dimulainya konstruksi fisik proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya. Fasilitas ini akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, dengan kapasitas pengolahan 1.161 ton sampah per hari. Gubernur Banten Andra Soni menyatakan proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi antara 2028 hingga 2029.

Sampah yang akan diolah berasal dari tiga wilayah aglomerasi: Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Kesepakatan pasokan 1.161 ton per hari beserta titik suplai air telah disetujui oleh seluruh pemerintah daerah yang terlibat. Pembagian tanggung jawab persiapan pun telah disepakati — pembebasan lahan menjadi tugas Pemerintah Kota Serang dan ditargetkan tuntas bulan depan, sementara pematangan lahan ditanggung bersama oleh Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Cilegon.

Proyek ini berpijak pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan, sekaligus menjadi bagian dari program Indonesia ASRI yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menargetkan 100 persen sampah terkelola secara nasional pada 2029. Andra menilai kehadiran PSEL merupakan langkah konkret untuk meninggalkan sistem pembuangan terbuka atau open dumping yang selama ini memicu kondisi darurat sampah di berbagai daerah.

Dalam skala nasional, Provinsi Banten mendapat alokasi empat titik pembangunan PSEL. Dari sebelas lokasi prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat, Serang Raya diklaim sebagai yang paling siap. Direktur Utama PT Denera, Fadli Rahman, menyebutkan kajian teknis di lokasi telah selesai dilakukan dan kondisi lapangan dinilai sudah sangat baik. Saat ini proyek tengah memasuki tahap desain teknis.

Fadli menambahkan, sisa pekerjaan yang perlu diselesaikan adalah finalisasi sejumlah kesepakatan antardaerah agar pelaksanaan konstruksi dapat segera dimulai. Pernyataan Andra disampaikan usai menghadiri audiensi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Serang. Jika berjalan sesuai jadwal, PSEL Serang Raya akan menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah berbasis energi terbesar yang beroperasi di Pulau Jawa dalam beberapa tahun ke depan.

Tag: PSEL, energi sampah, Banten, pengelolaan sampah, energi terbarukan