MIND ID Terapkan AI di Tiga Lini: Keselamatan Kerja, Produksi, hingga Eksplorasi Bawah Tanah
2026-09-09 17:11 WIB · aindari · 👁 610 dibaca

Holding tambang negara itu mengintegrasikan kecerdasan buatan di anak-anak usahanya, dari mendeteksi kantuk pengemudi hingga memperkirakan kandungan mineral bawah permukaan.
Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) ke berbagai lini operasional, mulai dari pengawasan keselamatan pekerja, optimalisasi fasilitas pengolahan mineral, sampai dukungan kegiatan eksplorasi. Langkah ini disampaikan Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan dalam Energy Insights Forum di Jakarta, Rabu.
Di lini keselamatan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjalankan program Fatigue Management berbasis AI yang mampu mendeteksi tingkat kantuk pengemudi dan pekerja tambang batu bara. Sistem yang sama juga memverifikasi kelengkapan alat pelindung diri — helm, rompi, sabuk pengaman, sarung tangan, hingga masker — lalu mengirimkan peringatan secara otomatis ke platform terpusat agar pekerja maupun pengawas dapat segera menindaklanjutinya. Dany menyebut fungsi ini sebagai peran pencegahan AI dalam menekan risiko kecelakaan kerja.
Pada operasi feronikel PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), AI digunakan untuk memantau kondisi ban berjalan, mendeteksi robekan atau material berukuran terlalu besar, serta mengidentifikasi kebutuhan pemeliharaan peralatan. Teknologi ini turut membantu memantau komposisi reduktor dan dolomit dalam proses pengolahan feronikel sehingga operasi fasilitas dapat berjalan lebih optimal.
Untuk eksplorasi, AI yang didukung teknologi satelit dimanfaatkan guna memproyeksikan kondisi bawah permukaan dan membantu pengambilan keputusan pengeboran. Dany menegaskan hasil proyeksi tersebut tetap bersifat perkiraan karena teknologi tidak dapat memastikan kandungan sumber daya secara mutlak. Meski demikian, informasi itu berguna untuk menentukan kapan titik bor perlu dipindahkan, sehingga anggaran eksplorasi dapat digunakan lebih efisien. Perintisan serupa sudah dilakukan sejak 2022, ketika MIND ID bersama ANTAM menguji aplikasi Geologging berbasis AI dan machine learning pada eksplorasi emas di Jawa Barat.
Di sisi digitalisasi yang lebih luas, PTBA tercatat telah mengoperasikan lebih dari 100 modul digital yang digunakan oleh lebih dari 7.000 pengguna internal, dengan tingkat pengumpulan data mencapai 70 persen dari seluruh aktivitas operasional. Sistem tersebut mengintegrasikan jaringan sensor, peralatan otomatis, pemantauan alat berat, dan analitika berbasis machine learning. MIND ID mengklaim digitalisasi secara real-time telah mendongkrak produksi batu bara PTBA sebesar 10–20 persen dibandingkan sebelum teknologi itu diterapkan.
Dany menekankan bahwa keberhasilan penerapan AI bergantung pada kejelasan eksekusi, bukan sekadar perencanaan. Setiap inisiatif harus berangkat dari persoalan bisnis yang konkret, dilengkapi kondisi awal, target manfaat, dan penanggung jawab yang teridentifikasi. MIND ID sendiri ingin mengukur dampak AI terhadap delapan dimensi: keandalan aset, keselamatan, energi, emisi, produksi, eksplorasi, produktivitas, dan profitabilitas. Menurut Dany, keunggulan perusahaan tambang ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh kepemilikan sumber daya atau akses modal, tetapi juga oleh kemampuan belajar, beradaptasi, dan mengeksekusi teknologi menjadi nilai operasional yang terukur.
Tag: MIND ID, kecerdasan buatan, pertambangan, keselamatan kerja, eksplorasi mineral