Lima Kapal Tanker Iran Ditenggelamkan AS, Balasan atas Serangan Rudal IRGC ke Kapal Perang
2026-09-09 15:01 WIB · aindari · 👁 524 dibaca

Militer AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran sebagai respons langsung setelah Garda Revolusi Islam dua kali melancarkan serangan rudal balistik ke kapal perang Amerika.
Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah pasukan AS menghancurkan lima kapal pengangkut minyak mentah Iran. Tindakan itu diambil menyusul dua serangan rudal balistik yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap kapal perang Angkatan Laut AS di kawasan perairan Timur Tengah.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan seluruh kapal perang Amerika berhasil menghindari serangan tersebut dan tetap melanjutkan patroli di wilayah perairan setempat. Tidak ada personel Amerika yang mengalami cedera dalam insiden itu. Dalam pernyataan resminya pada Selasa, CENTCOM juga merilis rekaman yang memperlihatkan salah satu kapal tanker Iran, M/T Riesco, tenggelam di Teluk Oman. Kapal itu dikonfirmasi dihancurkan pada 8 September sebagai bagian dari respons militer AS.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang tengah berkunjung ke Kolombia, menegaskan bahwa Iran akan terus menanggung konsekuensi serupa selama masih berupaya menyerang kapal perang Amerika. Rubio menyebut pola ini akan berulang setiap kali Iran melakukan atau mencoba melakukan serangan terhadap armada AS.
Dari sisi Iran, kantor berita Tasnim melaporkan sebuah kapal tanker terkena serangan di dekat kawasan pelabuhan Pulau Kharg. Seluruh awak berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dilaporkan. Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, secara terpisah menyebut dua kapal tanker lain diserang di dekat Pelabuhan Jask, dengan para awak dievakuasi ke daratan menggunakan sekoci.
Eskalasi ini terjadi dalam konteks yang cukup kompleks. Kedua negara sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu yang memuat rencana pembukaan kembali Selat Hormuz — jalur strategis yang selama ini menjadi titik ketegangan — sebagai bagian dari langkah awal menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas. Namun serangkaian insiden militer ini menunjukkan bahwa implementasi kesepakatan tersebut masih jauh dari stabil.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, tempat sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melintas. Konfrontasi bersenjata yang terus berlanjut di sekitar perairan itu berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global dan memperumit upaya diplomatik yang sedang berjalan antara Washington dan Teheran.
Tag: Iran, Amerika Serikat, IRGC, Selat Hormuz, kapal tanker