Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Anwar Ibrahim Desak ASEAN Perkuat Mekanisme Penanganan Kabut Asap Lintas Batas

2026-09-10 06:05 WIB · aindari · 👁 915 dibaca

PM Malaysia menyerukan peninjauan serius atas mekanisme ASEAN dalam mengatasi kabut asap, di tengah kondisi kualitas udara berbahaya yang kembali melanda Sarawak.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak negara-negara ASEAN untuk mengevaluasi dan memperkuat kerangka kerja bersama dalam menangani kabut asap lintas batas. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah taklimat pers pada Selasa, 8 Juli 2026, ketika kualitas udara di sejumlah wilayah kawasan masih berada pada level mengkhawatirkan.

Anwar menegaskan bahwa isu kabut asap yang terus berulang ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Ia secara khusus menyoroti kelompok rentan seperti anak-anak dan bayi sebagai pihak yang paling terdampak. Menurutnya, mekanisme yang sudah ada perlu diubah menjadi tindakan nyata dan lebih efektif dalam menyasar sumber-sumber kabut asap.

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Serian, sebuah distrik di Negara Bagian Sarawak yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan. Distrik ini sebelumnya sempat menetapkan status darurat akibat kualitas udara yang mencapai tingkat berbahaya. Meski status darurat resmi dicabut pada Senin, 7 Juli 2026, kondisi udara di Serian kembali memburuk hanya sehari berselang. Indeks Polutan Udara (API) di wilayah itu tercatat menyentuh angka 302 pada dini hari Selasa waktu setempat — melampaui ambang batas kategori "berbahaya" yang dalam skala Malaysia dimulai dari angka 301 ke atas.

Sebagai perbandingan, skala API Malaysia mengklasifikasikan angka 0–50 sebagai kondisi udara baik, 51–100 moderat, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan 301 ke atas sebagai berbahaya. Angka 302 yang tercatat di Serian berarti kualitas udara di sana berada di puncak kategori paling buruk.

Dalam kesempatan yang sama, Anwar juga merespons isu keterlibatan perusahaan-perusahaan Malaysia dalam praktik pembakaran lahan terbuka di Indonesia. Ia menekankan bahwa setiap tuduhan semacam itu harus terlebih dahulu diinvestigasi secara menyeluruh untuk memastikan penyebab sebenarnya sebelum ada tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab. Anwar menyatakan Malaysia tidak akan menghalangi langkah penegakan hukum yang diambil otoritas Indonesia, dan tidak akan memberi perlindungan kepada perusahaan mana pun yang terbukti berkontribusi pada bencana kabut asap ini.

Tag: ASEAN, kabut asap, Malaysia, Sarawak, Anwar Ibrahim