Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

CIFTIS 2026 Dibuka di Beijing, 90 Negara Ikut Serta dalam Pameran Perdagangan Jasa Terbesar China

2026-09-10 06:09 WIB · aindari · 👁 774 dibaca

Lebih dari 1.800 perusahaan dari 90 negara berpartisipasi dalam CIFTIS 2026 yang berlangsung di Beijing hingga 13 September, menandai momentum China memperluas keterbukaan sektor jasa di awal Rencana Lima Tahun ke-15.

Beijing menjadi tuan rumah China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 yang resmi dibuka pada Rabu (9/9). Pameran perdagangan jasa internasional ini digelar di Shougang Park — kawasan industri bekas yang pernah menjadi salah satu venue Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 — dan akan berlangsung hingga 13 September mendatang.

Sebanyak 90 negara, kawasan, dan organisasi internasional ambil bagian dalam ajang tahun ini, dengan lebih dari 1.800 perusahaan memamerkan produk dan layanan mereka. Di antara peserta tersebut, 473 perusahaan tercatat dalam daftar Fortune Global 500, termasuk nama-nama besar seperti Honeywell, Johnson & Johnson, dan Siemens.

Mengusung tema "Global Services, Shared Prosperity", CIFTIS 2026 menghadirkan KTT Perdagangan Jasa Global yang untuk pertama kalinya diselenggarakan bersama oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). Direktur Jenderal WIPO Daren Tang dalam pidato videonya menyebut China mencatat pertumbuhan pesat dalam ekspor jasa padat-pengetahuan, didukung oleh ekosistem kekayaan intelektual dan inovasi yang kuat.

Dalam forum tersebut, Wakil Presiden Zimbabwe Constantino Chiwenga menyatakan harapannya agar CIFTIS dapat membuka peluang investasi di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga jasa digital, sekaligus membantu Zimbabwe membangun kapasitas ekspor dan menemukan mitra di bidang teknologi, keuangan, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Bulgaria Alexander Poulev menegaskan bahwa perdagangan jasa merupakan pilar penting hubungan bilateral Bulgaria-China, dan menyerukan lebih banyak produk Bulgaria masuk ke pasar Tiongkok melalui kemitraan jangka panjang.

Pameran ini juga menampilkan sejumlah fitur baru. Lebih dari 100 produk dan layanan akan diluncurkan untuk pertama kalinya, mencakup sektor informasi dan komunikasi, teknologi finansial, serta layanan kesehatan digital. Area khusus roadshow ekspansi ke luar negeri turut dihadirkan untuk mendukung perusahaan-perusahaan China memasuki pasar global. Selain itu, lebih dari 140 contoh inovasi yang merepresentasikan seluruh 12 kategori perdagangan jasa — termasuk kecerdasan buatan, model bahasa besar, dan agen cerdas — dipamerkan untuk pertama kalinya dalam satu area utama.

Penyelenggaraan CIFTIS 2026 bertepatan dengan awal periode Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026–2030), yang menjadikan pengembangan perdagangan jasa berkualitas tinggi sebagai salah satu prioritas utama. Rencana tersebut mendorong pelonggaran pembatasan lintas batas, optimalisasi daftar negatif perdagangan jasa, serta pertumbuhan ekspor jasa padat-pengetahuan. Data resmi mencatat total perdagangan jasa China dalam tujuh bulan pertama 2026 mencapai hampir 4,45 triliun yuan, tumbuh 8,3 persen secara tahunan.

Tag: CIFTIS 2026, perdagangan jasa, China, Beijing, WIPO