Tes Darah pTau 181 Kini Tersedia di Indonesia untuk Deteksi Alzheimer Lebih Awal
2026-09-10 06:06 WIB · aindari · 👁 703 dibaca

Siloam International Hospitals dan Roche Diagnostics Indonesia menghadirkan pemeriksaan biomarker darah pTau 181 sebagai alternatif diagnosis Alzheimer yang lebih minim invasif.
Deteksi penyakit Alzheimer di Indonesia kini memiliki pilihan baru yang lebih mudah dijalani pasien. Siloam International Hospitals bersama Roche Diagnostics Indonesia resmi meluncurkan layanan pemeriksaan biomarker darah pTau 181 Plasma, sebuah metode yang memungkinkan identifikasi awal Alzheimer hanya melalui pengambilan sampel darah rutin.
Selama ini, diagnosis Alzheimer umumnya bergantung pada serangkaian prosedur yang memakan waktu, biaya besar, dan bersifat invasif — termasuk lumbar puncture atau pengambilan cairan otak, serta PET Scan. Kehadiran tes pTau 181 Plasma menawarkan jalur alternatif yang lebih sederhana, karena kadar protein phosphorylated tau 181 dalam plasma darah terbukti berkorelasi kuat dengan pembentukan plak amyloid di otak, yang merupakan penanda utama penyakit Alzheimer.
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, menyebut inovasi ini lahir di tengah momentum penting: Indonesia tengah memasuki era penuaan populasi, dengan proporsi penduduk lanjut usia yang telah melampaui 10 persen. Kondisi ini membuat risiko kasus demensia diperkirakan terus meningkat ke depannya. Grace menegaskan bahwa salah satu tujuan peluncuran tes ini adalah meluruskan anggapan keliru di masyarakat bahwa pikun berat merupakan bagian normal dari proses penuaan, sekaligus mendorong penanganan medis sejak dini.
Dari sisi klinis, pemeriksaan ini dirancang untuk membantu dokter dan spesialis neurologi melakukan evaluasi awal Alzheimer secara lebih efisien. Dengan informasi biomarker yang lebih komprehensif, tenaga medis diharapkan dapat mengidentifikasi kondisi pasien lebih tepat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai bersama keluarga pasien.
Director at Diagnostics Division PT Roche Indonesia, Lee Poh Seng, menekankan bahwa inovasi diagnostik menjadi kunci transformasi alur perawatan pasien. Kemitraan dengan Siloam, menurutnya, memastikan teknologi berstandar global ini dapat diakses oleh masyarakat luas di Indonesia, bukan hanya kalangan tertentu.
Peluncuran layanan ini bertepatan dengan peringatan Hari Alzheimer Sedunia. Kedua institusi mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan otak anggota keluarga, terutama yang memasuki usia lanjut, dan tidak meremehkan gejala penurunan kognitif sebagai sesuatu yang lumrah terjadi seiring bertambahnya usia.
Tag: Alzheimer, pTau 181, Siloam Hospitals, deteksi dini, kesehatan otak