Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Dana Pasar Modal Tembus Rp209,77 Triliun hingga Oktober 2026

2026-11-05 17:00 WIB · aindari · 👁 693 dibaca

Realisasi penghimpunan dana melalui penawaran umum telah mencapai 83,91 persen dari sasaran OJK tahun ini, dengan instrumen utang dan sukuk sebagai kontributor terbesar.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal mencapai Rp209,77 triliun hingga 30 Oktober 2026. Nilai tersebut setara 83,91 persen dari target tahunan sebesar Rp250 triliun, sehingga masih terdapat kebutuhan penghimpunan Rp40,23 triliun untuk mencapai sasaran tersebut.

Dana itu terkumpul melalui 179 kegiatan penawaran umum sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Dibandingkan posisi akhir September yang mencapai Rp186,03 triliun, realisasi terbaru bertambah Rp23,74 triliun. OJK menilai minat perusahaan domestik menggunakan pasar modal sebagai sumber pendanaan masih cukup kuat.

Kontributor terbesar berasal dari penawaran umum berkelanjutan efek bersifat utang dan/atau sukuk. Instrumen yang dikenal sebagai PUB EBUS itu menghimpun Rp144,94 triliun melalui 141 penawaran umum. Berikutnya, 20 penawaran umum terbatas mengumpulkan Rp51,99 triliun.

Selain itu, 11 penawaran umum EBUS mencatat dana Rp10,68 triliun. Penawaran umum perdana saham atau IPO menyumbang Rp2,16 triliun dari tujuh kegiatan. Komposisi tersebut menunjukkan penghimpunan dana hingga Oktober lebih banyak ditopang penerbitan instrumen utang dan sukuk dibandingkan penawaran saham perdana.

OJK juga mencatat 26 rencana penawaran umum masih berada dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp24,46 triliun. Rencana itu mencakup delapan IPO senilai Rp9,15 triliun, tiga penawaran umum terbatas, satu penawaran umum EBUS, serta 14 PUB EBUS. Realisasi rencana tersebut tetap bergantung pada kesiapan emiten dan perkembangan pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut pencapaian hingga akhir tahun berpotensi dipengaruhi dinamika pasar, minat investor, waktu penerbitan yang dipilih perusahaan, dan biaya pendanaan. Sebelumnya, dalam konferensi pers KSSK pada 3 November, OJK melaporkan angka Rp202,04 triliun per 28 Oktober sebelum memperbaruinya menjadi Rp209,77 triliun per 30 Oktober.

Di luar penawaran umum, penghimpunan dana melalui securities crowdfunding mencapai Rp2,09 triliun secara kumulatif hingga 29 Oktober 2026. Angka itu naik dari Rp2,06 triliun pada akhir September. OJK menyatakan akan terus mendorong pasar modal sebagai sumber pembiayaan korporasi, dengan menekankan keterbukaan informasi dan perlindungan investor di tengah perubahan kondisi pasar keuangan.

Tag: OJK, Pasar Modal, Penghimpunan Dana, IPO, Securities Crowdfunding