Jangan Lama-Lama Disimpan, Ini Batas Aman Beberapa Sisa Makanan
2026-11-06 06:03 WIB · aindari · 👁 747 dibaca
Nasi, saus, pasta, dan kaldu makanan laut memiliki masa simpan berbeda sehingga perlu segera didinginkan dan dikonsumsi sesuai batas waktunya.
Menyimpan makanan matang di kulkas tidak otomatis membuatnya aman dalam waktu lama. Sejumlah jenis makanan tetap memiliki masa simpan pendek dan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri jika penanganannya tidak tepat. Karena itu, waktu penyimpanan dan kondisi makanan perlu diperhatikan sebelum sisa hidangan kembali dikonsumsi.
Nasi termasuk makanan yang disarankan segera dihabiskan. Ahli epidemiologi lingkungan sekaligus Direktur Aliansi Stop Foodborne Illness, Vanessa Coffman, mengatakan nasi sebaiknya dimakan paling lambat satu hari setelah dimasak. Nasi dapat mengandung Bacillus cereus, bakteri yang menghasilkan racun tahan panas ketika makanan dibiarkan pada suhu ruang. Racun tersebut tetap bertahan meski nasi dipanaskan kembali dan berisiko menyebabkan keracunan makanan.
Untuk mengurangi risiko, nasi perlu segera didinginkan setelah matang. Simpan nasi dalam lemari es bersuhu sekitar 4 derajat Celsius dan jangan lebih dari satu hari. Saat hendak disantap, panaskan hingga suhu sekitar 74 derajat Celsius. Saus juga tergolong cepat rusak karena kandungan airnya tinggi, sehingga mendukung pertumbuhan bakteri patogen dan mikroba pembusuk. Saus sebaiknya dihabiskan dalam satu hari.
Mayones kemasan umumnya dapat bertahan lebih lama karena biasanya telah dipasteurisasi dan dibuat sedikit asam untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Namun, ketahanannya berubah ketika mayones dicampur dengan telur, kentang, atau ayam. Salad berbahan mayones sebaiknya dikonsumsi paling lama tiga hari.
Pasta matang memiliki batas simpan sekitar tiga sampai empat hari di kulkas. Perawat sekaligus Direktur Pendidikan Berkelanjutan United Medical Education, Reena Angelique Clark, menjelaskan bahwa pasta dapat mengandung Bacillus cereus yang membentuk spora dan mampu bertahan dari proses memasak pertama. Pasta yang mulai rusak biasanya berlendir, berbau tidak sedap, dan memiliki rasa agak asam.
Kaldu dari rebusan makanan laut memiliki masa simpan lebih singkat dibandingkan kaldu ayam atau sapi. Kaldu tersebut sebaiknya dibuang setelah dua hari berada di kulkas. Kandungan protein ikan dapat menjadi lingkungan yang mendukung bakteri pembusuk. Tanda kerusakan meliputi kaldu yang keruh, bau menyengat, serta permukaan berkilau dengan semburat warna-warni.
Pendinginan juga perlu dilakukan segera. Makanan tidak boleh berada dalam zona suhu berbahaya, yakni 4 hingga 60 derajat Celsius, lebih dari dua jam. Dalam rentang itu, Salmonella, E. coli, dan Clostridium perfringens dapat berkembang cepat; jumlahnya bahkan bisa berlipat ganda setiap 20 menit. Sisa makanan yang melewati batas tersebut tidak lagi aman dikonsumsi.
Tag: keamanan pangan, sisa makanan, penyimpanan makanan, kulkas, gaya hidup