Iran dan AS Saling Klaim Keberhasilan Serangan di Perairan Regional
2026-09-06 10:01 WIB · aindari · 👁 538 dibaca

IRGC mengklaim berhasil menghantam kapal induk dan kapal perusak AS dengan rudal balistik, sementara militer Amerika membantah ada kerusakan atau korban.
Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa unit pasukan dirgantaranya menembakkan rudal balistik ke arah sebuah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut AS. Pernyataan itu dirilis pada Ahad dini hari waktu setempat dan dipublikasikan melalui kantor berita IRNA.
Dalam klaimnya, IRGC menyebut kedua kapal perang AS mengalami kerusakan dan akhirnya meninggalkan area pertempuran. Pihak Iran juga berdalih bahwa serangan itu merupakan respons atas tindakan kapal-kapal AS yang dianggap mengganggu armada Iran dan terlibat dalam blokade maritim. IRGC bahkan mengutip pernyataan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) sebagai bukti bahwa operasi mereka berhasil, dengan menafsirkan pengakuan CENTCOM soal serangan itu sebagai konfirmasi keberhasilan.
Namun versi AS berbeda. CENTCOM membenarkan bahwa Iran memang meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang yang tengah berpatroli di perairan regional, tetapi menegaskan bahwa kedua kapal berhasil menghindari serangan tersebut. Tidak ada personel Amerika yang dilaporkan terluka dalam insiden itu.
Sehari sebelumnya, pada Sabtu, Angkatan Laut IRGC menyatakan telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz beserta tiga kapal lain yang disebut terafiliasi dengan AS. Tindakan itu diklaim sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap kapal-kapal tanker Iran. CENTCOM dari sisinya mengonfirmasi bahwa pasukan AS kemudian menyerang tiga kapal tanker minyak mentah milik Iran sebagai tindak lanjut.
Eskalasi ini merupakan bagian dari rangkaian konflik yang telah berlangsung sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Sejak saat itu, ketegangan di perairan kawasan terus meningkat dengan serangkaian aksi saling serang yang melibatkan kapal tanker maupun aset militer kedua pihak.
IRGC juga mengeluarkan peringatan bahwa setiap tindakan militer AS yang berlanjut akan mendapat balasan yang lebih berat dari angkatan bersenjata Iran. Pernyataan itu menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi lebih lanjut, terutama mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur vital bagi lalu lintas energi global. Parlemen Iran sebelumnya juga dikabarkan tengah membahas rancangan undang-undang yang melarang kapal-kapal AS dan Israel melintas di selat tersebut.
Tag: Iran, Amerika Serikat, IRGC, Selat Hormuz, konflik militer