Saling Serang di Selat Hormuz: IRGC Klaim Balas Serangan AS dengan Targetkan Enam Kapal
2026-09-06 22:01 WIB · aindari · 👁 609 dibaca

Ketegangan militer di perairan strategis Selat Hormuz memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menyerang kapal tanker pada hari yang sama.
Ketegangan di Selat Hormuz meledak menjadi konfrontasi langsung pada Sabtu (5/9) ketika Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang enam kapal sebagai respons atas serangan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal tanker Iran di hari yang sama.
Menurut pernyataan resmi IRGC yang disiarkan melalui Sepah News, tiga kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz karena dianggap melintas melalui jalur yang dinilai tidak sah. Tiga kapal lain yang disebut berafiliasi dengan AS juga menjadi sasaran di lokasi berbeda di kawasan tersebut.
Sebelum aksi balasan itu, kantor berita negara Iran, IRIB, terlebih dahulu melaporkan bahwa tiga kapal tanker milik Iran diserang oleh Angkatan Darat AS di perairan selatan Iran. IRGC menyebut serangan mereka sebagai tindakan pembalasan langsung atas insiden tersebut.
Menyusul eskalasi ini, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengeluarkan peringatan keras kepada Washington. Ia menyatakan bahwa jika serangan terhadap kapal-kapal Iran serta blokade laut anti-Iran terus berlanjut, respons militer Iran terhadap kapal-kapal AS di kawasan itu akan semakin berat dan berpotensi meluas ke cakupan yang lebih luas.
Konfrontasi ini terjadi dalam konteks ketegangan yang sudah berlangsung sejak akhir Februari. Setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran membatasi akses pelayaran di Selat Hormuz dengan melarang kapal-kapal yang terkait dengan kedua negara tersebut. Di sisi lain, pasukan AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan kapal menuju atau dari sejumlah pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia, tempat sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia melintas. Eskalasi militer di jalur ini berpotensi menimbulkan gangguan serius terhadap pasokan energi global dan memperburuk sentimen pasar komoditas internasional.
IRGC juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh kapal yang beroperasi di Teluk dan sekitar Selat Hormuz agar tidak mengikuti arahan Angkatan Darat AS, serta menghindari pergerakan yang dianggap mencurigakan atau melintas melalui rute tidak sah — dengan ancaman bahwa pelanggaran akan berujung pada serangan.
Tag: Iran, IRGC, Selat Hormuz, Amerika Serikat, konflik militer