Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Jared Kushner Temui Putin di Moskow, Bawa Proposal Damai untuk Akhiri Konflik Ukraina

2026-09-07 08:32 WIB · aindari · 👁 870 dibaca

Menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, bertemu langsung dengan Vladimir Putin di Moskow untuk membahas kemungkinan penghentian perang di Ukraina.

Jared Kushner, menantu sekaligus utusan tidak resmi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Pertemuan itu membahas proposal perdamaian yang bertujuan mengakhiri perang di Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Setelah kunjungan ke ibu kota Rusia, Kushner melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Kyiv untuk menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Rangkaian kunjungan ini mencerminkan upaya Washington untuk memposisikan diri sebagai mediator aktif antara dua pihak yang bertikai.

Di tengah momen diplomatik tersebut, Rusia justru melancarkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Ukraina. Sebanyak 108 drone dikirimkan ke Kyiv, menandai salah satu serangan udara terbesar dalam periode negosiasi yang sedang berlangsung. Serangan ini memperlihatkan kontradiksi tajam antara sinyal diplomasi dan eskalasi militer di lapangan.

Merespons situasi tersebut, Putin dilaporkan memerintahkan jeda serangan ke ibu kota Ukraina selama tiga hari. Langkah itu ditafsirkan sebagai gestur terbatas yang mungkin dimaksudkan untuk memberi ruang bagi proses diplomatik, meski belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi kaitannya dengan pembicaraan bersama Kushner.

Kunjungan Kushner ke Moskow dan Kyiv menandai salah satu kontak diplomatik langsung paling signifikan antara lingkaran Trump dan kedua pemimpin perang sejak Trump kembali ke Gedung Putih. Meski kapasitas resmi Kushner dalam misi ini belum sepenuhnya dijelaskan secara publik, pertemuannya dengan Putin menunjukkan bahwa jalur komunikasi informal tetap aktif di luar kerangka diplomatik konvensional.

Proposal perdamaian yang dibawa dalam pembicaraan tersebut belum diungkapkan secara rinci kepada publik. Namun, rangkaian pertemuan ini memunculkan spekulasi bahwa Washington tengah mendorong kerangka gencatan senjata atau peta jalan negosiasi yang melibatkan konsesi dari kedua belah pihak. Respons Zelenskyy terhadap proposal itu juga belum diketahui secara terbuka.

Situasi ini menggambarkan kompleksitas upaya damai di Ukraina: di satu sisi ada sinyal keterbukaan diplomatik, di sisi lain serangan militer terus berlanjut. Bagi pasar dan komunitas internasional, perkembangan ini menciptakan ketidakpastian — sekaligus harapan tipis — bahwa konflik yang telah menelan ribuan korban jiwa itu mungkin mendekati titik perundingan yang lebih serius.

Tag: Ukraina, Rusia, Jared Kushner, Perang Ukraina, Diplomasi AS