Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Kim Jong Un Resmikan Kapal Perusak Baru, Ancam Kerahkan Aset Militer Terkuat di Perairan Strategis

2026-09-07 23:01 WIB · aindari · 👁 622 dibaca

Korea Utara meresmikan kapal perusak Kang Gon di Pelabuhan Wonsan dan menegaskan rencana memperkuat kehadiran militer di perairan-perairan kunci.

Korea Utara mengambil langkah militer baru yang mencolok ketika pemimpinnya, Kim Jong Un, meresmikan kapal perusak Kang Gon di Pelabuhan Wonsan pada Minggu (6/9). Dalam upacara tersebut, Kim menyatakan niat Pyongyang untuk menempatkan aset-aset strategis paling kuat yang dimiliki negara itu di sejumlah wilayah perairan yang dianggap paling penting secara geopolitik.

Kang Gon merupakan kapal perusak kedua dari kelas Choe Hyon. Kapal ini dirancang dengan dua fungsi utama: melindungi kedaulatan maritim Korea Utara dan mencegah terjadinya konflik nuklir. Kim sendiri naik ke atas kapal seusai upacara untuk meninjau langsung kondisi armada terbarunya itu.

Dalam pidatonya yang dikutip kantor berita resmi KCNA, Kim menegaskan bahwa Korea Utara akan membangun kekuatan militer yang luar biasa — kekuatan yang, menurutnya, akan membuat musuh-musuh negara itu gentar. Ia berargumen bahwa menjaga keseimbangan kekuatan adalah satu-satunya jalan untuk mempertahankan perdamaian, tanpa menyebut secara spesifik pihak mana yang dimaksud sebagai musuh.

Kim juga menekankan peran Angkatan Laut Korea Utara harus diarahkan untuk membatasi ruang gerak lawan hingga mereka terpaksa mundur secara strategis. Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya mengoptimalkan sistem senjata nuklir dalam struktur tempur angkatan laut, termasuk mendefinisikan ulang kerangka operasi militer dalam konteks pertahanan maritim dan pencegahan perang.

Menurut laporan KCNA, Kim menyebut Kang Gon sebagai bagian dari sistem tanggap nuklir Korea Utara dan memerintahkan agar kapal itu selalu siap melancarkan serangan telak kepada musuh begitu ada perintah. Pernyataan ini memperkuat pola retorika Pyongyang yang secara konsisten mengaitkan pengembangan angkatan lautnya dengan doktrin nuklir.

Langkah ini muncul di tengah sejumlah perkembangan diplomatik yang melibatkan Korea Utara, termasuk peresmian jembatan pertama antara Rusia dan Korea Utara yang memperluas hubungan dagang kedua negara, serta pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang meyakini kerja sama konstruktif kedua negara akan terus berlanjut. Di sisi lain, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga sempat membuka kemungkinan pertemuan baru dengan Kim Jong Un.

Pernyataan Kim di Wonsan menambah tekanan simbolis di kawasan Asia Timur Laut, di mana ketegangan soal program nuklir dan militer Korea Utara belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pengerahan aset strategis di perairan kunci, jika benar-benar terealisasi, berpotensi memperumit dinamika keamanan regional yang sudah kompleks.

Tag: Korea Utara, Kim Jong Un, kapal perusak, militer, Asia Timur Laut