Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Politisi New Mexico Kompak Tolak Wacana Trump Ganti Nama Negara Bagian

2026-09-09 06:12 WIB · aindari · 👁 998 dibaca

Dari gubernur hingga senator, para pemimpin New Mexico lintas partai menolak usulan Presiden Trump yang ingin mengganti nama negara bagian itu menjadi 'New America'.

Wacana Presiden Donald Trump untuk mengganti nama negara bagian New Mexico menjadi "New America" menuai penolakan keras dari para pemimpin politik setempat, baik dari kubu Demokrat maupun Republik. Usulan itu muncul melalui unggahan Trump di platform Truth Social sepanjang akhir pekan hingga Senin (7/9), termasuk sebuah gambar buatan kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya memasang papan bertuliskan "New America" di atas papan selamat datang New Mexico.

Dalam unggahannya, Trump mengklaim banyak pihak yang mendorong perubahan nama tersebut, seraya menyebut New Mexico sebagai salah satu negara bagian dengan kecurangan pemilu terbesar sepanjang sejarah — tuduhan yang tidak disertai bukti dalam laporan yang beredar. Gubernur New Mexico dari Partai Demokrat, Michelle Lujan Grisham, langsung merespons dengan menegaskan bahwa nama negara bagian itu sudah ada bahkan sebelum Amerika Serikat berdiri. Ia menyindir Gedung Putih yang dinilainya membuang waktu dengan urusan sepele, sementara pemerintah negara bagian tetap fokus menjalankan tugasnya. Dalam unggahannya di X, ia menggunakan ejaan Spanyol "Nuevo Mexico" untuk menekankan akar sejarah nama tersebut.

Penolakan tidak hanya datang dari satu kubu. Gregg Hull, calon gubernur dari Partai Republik, turut menyatakan bahwa identitas New Mexico bukanlah sesuatu yang bisa dinegosiasikan. Sementara itu, Deb Haaland, calon gubernur dari Partai Demokrat, juga menolak usulan tersebut. Di tingkat federal, Senator Demokrat Martin Heinrich dan Ben Ray Lujan, serta anggota DPR Melanie Stansbury, ikut mengecam langkah Trump.

Heinrich menegaskan akan tetap menyebut nama asli tiga wilayah yang pernah menjadi sasaran wacana penamaan ulang Trump: Gulf of Mexico, Lake Ontario, dan New Mexico. Lujan menggunakan kata Spanyol "sinvergüenza" — yang berarti orang tidak tahu malu atau culas — untuk menggambarkan Trump, sembari menegaskan nama negara bagiannya tidak akan berubah. Stansbury menekankan bahwa nama New Mexico menyimpan sejarah, budaya, dan warisan lintas generasi yang menjadi milik warganya.

Secara konstitusional, presiden tidak memiliki kewenangan untuk mengganti nama negara bagian secara sepihak. Nama New Mexico tercantum dalam konstitusi negara bagian, sehingga perubahannya hanya bisa dilakukan melalui amendemen yang harus disetujui oleh para pemilih. New Mexico sendiri bergabung sebagai negara bagian ke-47 AS pada 1912, dengan ibu kota Santa Fe dan kota terbesar Albuquerque, terletak di wilayah barat daya yang berbatasan langsung dengan Meksiko serta negara bagian Texas, Arizona, Colorado, dan Utah.

Wacana ini bukan yang pertama dari Trump terkait penamaan ulang wilayah. Sebelumnya, ia telah menginstruksikan lembaga-lembaga federal untuk menggunakan nama "Gulf of America" menggantikan Gulf of Mexico, serta mengembalikan nama Denali menjadi Mount McKinley. Pola ini memperlihatkan kecenderungan Trump menggunakan isu simbolik penamaan geografis sebagai bagian dari agenda politiknya, meski kerap berbenturan dengan batas-batas kewenangan eksekutif.

Tag: New Mexico, Donald Trump, Amerika Serikat, penamaan wilayah, politik AS